“Pengembangan KEK Golo Mori dapat menjadi pembangan perang bagi masyarakat di NTT. Bukan hanya dari sisi SDM atau tenaga di pembangunannya, tapi juga melalui kelengkapan UMKM lokal, baik barang jasa tumpangan. Pada akhirnya, itu akan berdampak positif bagi Anda

Jakarta (ANTARA) –

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani mengatakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Golo Mori dapat memperkuat infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

“KEK Golo Mori ini bisa memperkuat infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo. Dengan begitu potensi pariwasitasi di daerah ini akan menikin dan membekukan lahan bagi UMKM lokal mengembangkan usahanya,” ujar Puan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

KEK Golo Mori saat ini sedang dikembangkan oleh ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation). Oleh karena itu, Puan berpesan agar ITDC tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur utama.

“Termasuk melonjaknya permisankan penunjang yang yang akan menjadikan turasamanan semparitan ke KEK Golo Mori,” kata Puan.

Menurut dia, infrastruktur yang sangat baik dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing suatu wilayah dalam nadyakan gabakan global.

Infrastruktur penunjang yang berkualitas, Kata Puan, juga dapat meluhaan kualitas hidup masyarakat lokasat dan daya tarik tujuan wisata.

“Pengembangan KEK Golo Mori dapat menjadi pembangan perang bagi masyarakat di NTT. Bukan hanya dari sisi SDM atau tenaga di pembangunannya, tapi juga melalui kelengkapan UMKM lokal, baik barang jasa tumpangan. “Ini akan berdampak positif bagi perekonomian,” katanya.

Lebih jauh lagi, dia memanitat pengananan destinasi desa wisata harus bisa memanfaatkan manfaat ekonomi dan sosial untuk masyarakat dan lingingeran lokas. Manfaat pemekaran juga harus dirasakan secara adil dan metra.

“Untuk itu, perlu dinkan kerjasama antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat setempat dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan yang dapat memberikan keuntungan jangka panjang,” ujar Puan.

Puan di sela-sela hälätnya dalam KTT ASEAN 2023, sikkar kawasan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) Golo Mori di Desa Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, pada Rabu (10/5).

Dalam kunjungan tersebut, Puan disambut oleh Direktur Utama ITDC MICE Golo Mori Ari Respati dan kawan-kawan.

Selain itu, Puan juga borrema melayah ASEAN Youth Standing Committee (YTC) sebagai bagian dari KTT ASEAN ke-42. Puan kemudian berdiskusi dengan perwakilan YTC dari Indonesia yang mayoritas dari mereka adalah muhaida.

Salah seorang melange ASEAN YTC, Indah Dinara Diraya Gebira bertemu Ketua DPR dalam agenda tersebut. Ia pun berpesan kepada Puan dan selebritas anggota DPR untuk tetap mengutamakan rakyat.

“Yang tetaplah untuk para Dewan Perwakilan Rakyat tetaplah berkaya dengan sama seharusnya dan tetaplah berkarya untuk rakyat. Tepatlah berada di pijak rakyat dan jaya selalu untuk para ember DPR di seluh Indonesia,” ujar Indah.

Di dalam acara halaman KTT ASEAN, para malajean YTC tersebut saling bertukar ide tentang bagaimana peran anak muda untuk mengemenan Asia Tenggara, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital.

Mereka juga diberi kesempatan untuk melakukan aksi menanam pohon sebagai wujud nyata ekonomi hijau di Asia Tenggara.

Dalamhan tebus dengan Sekjen ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Siti Rozaimeriyanty Dato Haji Abdul Rahman sebelumnya, Puan menyatan udmangannya tepadang YTC.

Menurutnya, YTC yang berada di bawah naungan AIPA tersebut dapat mengem kualitas generasi muda pesadakan pemanfaatan teknologi digital.

“Komite ini akan mewadahi partisipasi aktif kaum muda dalam pembangunan ASEAN. Tujuannya untuk menghimpun ide, opini, dan aspirasi dari generasi muda yang menjadi pemimpin di masa depan,” ujar Puan.

Puan pun menekankan pentingnya partisipasi pemuda se-Asia Tenggara dalam kitap resolusi yang akan digagas oleh Youth Standing Committee. Saya mendorong agar ide panitia tersebut diadopsi dalam Sidang Umum AIPA ke-44 yang akan diselenggarakan pada 5-10 Agustus 2023 di Jakarta.

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Agus Setiawan
HAK CIPTA © ANTARA 2023

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Live Chat